Senin, 11 November 2013

Alumni Angkatan 1988 - SMP Negeri 2 Pagadenbaru Subang

oleh: dadan wahyudin | alumnus Angkatan 1988 - SMP Negeri 2 Pagadenbaru Subang asal kelas 1c - 2e - 3b
Kokom Roswati, Eti Rohaeti, Ade Tuti, dan Euis Herawati bertemu kembali di tahun 2013 sejak 1988
Cukup sulit juga mencari informasi kawan-kawan yang 25 tahun  terbenam oleh perjalanan sang waktu.  Sang kala terus bergulir merajut hari, menyulam bulan, dan  merenda  tahun tak terasa seperempat abad telah meninggalkan masa tahun 1988.  Saat itu, 28 Juni 1989 untuk terakhir kalinya, kami angkatan kelima di SMPN 2 Pagadenbaru (masuk 17 Juli 1985) harus meninggalkan sekolah tercinta demi sebuah tujuan.

Saat itu, kami melanjutkan ke sekolah menengah atas. Ada di kota Subang (terdiri SMAN 1 Subang, SMAN 2 Subang, SMEAN, SPG Negeri Subang (untuk terakhir kalinya menerima siswa), SMAN Pagaden, SMA-SMA swasta di Kabupaten Subang), adapula memilih studi SMA di Kota Bandung (Baca: Reuni Angkatan 1988 SMPN 2 Perwakilan Bandung), SGON Karawang, hingga SMA di Depok.

Dari berbagai sumber berhasil dihimpun, mereka yang studi di SMAN 1 Subang adalah Ari Hendra Anwari, Asep Kusnata, Hendra Kusmawansyah, Neneng Suryatiningsih, Pardi, Sopyan Hadi, Suarman, Toto Suharto, dan sebagainya.  Sementara yang masuk SMAN 2 Subang adalah Mustopa, Endang Kusmiati, Tatang Tarsana, Kokom Roswati,  Dini Sri Handayani, Aam A, Ade Suwita, dan lain-lain.  Sebagian lagi masuk SPG Negeri Subang adalah Sudarmanto, Sukarman, Suhidin, Nina Marlina, Darkum, Engkik,  Iwan, Iis Widyaningsih, Nana Suryana,  Tarwin, Tanti Sulati, dan sebagainya. Yang masuk SMEA Negeri Subang terbilang banyak juga yakni Ani Heryulyani, Dudu, Dudung, Edah Jubaedah, Heni Herlina, Nurhayati, Sunjaya,  Sukiyati, Siti Hodijah, Sulastri, Ucun Hotoyah, Yati Ruhyatini, dan sebagainya.

alumni smpn 2 pagaden baru 1985-1988 di fb

Adapun yang melanjutkan studi di sekolah tetangga SMP yakni SMA Negeri Pagaden adalah Ade Tutiati,  Dedi Wahyudi, Eti Rohaeti, Eka Permana, Eman Suherman, Joni, Tata, Ocadinata, Titin Suhartini, Teti Rohayati, Talim, Thomas Dada Hendrawan, dan sebagainya.  Di SMA Negeri Pamanukan tercatat Rusli, Tata Cahyana, Yati Haryati, dan Dian Purnawan (kelas 2 pindah ke Bandung), serta Sofiah (SMAN Purwadadi).  Di SMA PGRI Subang tercatat Edi M, Endik,  Ida Widyaningsih, Iding Sugiono, Pepen, Sri Tuti Utari, Sugiono,  Ade Ruskaya, Ratih Susanti, dan sebagainya. Di SMEA PGRI Subang tercatat Yunengsih dan Yuningsih juga Yeni. Ada juga yang sekolah di SMA Korpri, LLB Subang.

Dari luar Subang tercatat Toto Hermanto (SGON Karawang), Juanda (SGON Bogor), Asep Surpriatna, Asep Samsudin, dan Rista Amalia (SGON Sumedang), Maulana Hidayat (STMN Purwakarta), Ratim (STMN Sumedang), Hadi (SMA Bhakti I Depok).  Di wilayah Bandung tercatat Dadan Wahyudin (SMAN 4 Bandung), Dian Purnawan (SMAN 6 Bandung), Supriyatno (SMAN 12 Bandung), Taswati (SMAN 10 Bandung), Darni (SMF BS Bandung), Euis Hernawati (SPG PGRI Bandung), Euis Juarsih (STM Kimia DB Bandung), Hermawan (SMA Parawisata Cimahi), Lili Sutisna (SMA BPI Bandung), dsb.

Kawan-kawan Per Kelas
Mereka yang sempat menikmati manisnya TABANAS kurun enam semester adalah Sudarmanto (6x), Ari Hendra Anwari (6x), Dadan Wahyudin (4x), Darni (3x), Siti Hodijah (2x), Darkum (2x), Toto Suharto (2x) dan masing-masing 1x adalah Neneng Suryatiningsih, Endang Kusmiati, Sofyan Hadi, Asep Kusnata, dan Nana Suryana.

Adapun Ketua Murid (KM) saat angkatan 1985-1988 berturut-turut: 1A: Sudarmanto, 1B-Engkik, 1C-Namin, 1-D Asep Darsono, 1E- Thomas Dada Hendrawan.  Ketika kelas 2, 2a-Sudarmanto, 2b-Neneng Suryatiningsih, 2c-Namin, 2d-Engkik, 2e-Dadan Wahyudin, Lalu di kelas 3, 3a-Engkik, 3b-Dadan Wahyudin, 3c-Asep Kusnata, 3d-Asep Darsono, dan 3e-Namin.

Karikatur siswa dari kelas 3B
 Berikut Nama-nama Kawan-kawan per kelas terakhir di kelas III (sebelumnya mohon maaf bila ada kekeliruan salah kelas, dan belum masuk, karena data ini dibuat  mengandalkan daya ingat saja-redaksi), mudah-mudahan bermanfaat dalam mempertajam daya ingat, silaturahim, dan ajang nostalgia positif dan berdaya guna.

Mereka adalah :




III-A
Wali kelas : Ibu Euis Rosmawati
KM : Sudarmanto
Peringkat 1 : Sudarmanto (Semester 5 dan 6)

Siswa :
Aam A, Ani Heryulyani, Asep Dzuli Zulkarnaen, Asep Supriatna, Darhayi, Dedeh Herawati, Didah Sri Rahayu, Edi Ruhiat, Edah Suhaedah, Elyadi, Endang Kusmiati, Evasari, Engkik, Eti Rohaeti, Euis Sartika, Hermawan, Iwan, Iding Sugiono, Juanda, Mustopa, Nana,  Pepen, Pardi, Ratim, Sudarmanto, Sukarman Setiabudi, Selviana, Sunjaya,  Suprapto, Supriyatno, Tatang Tarsana, Tarno, Tuti, Tati, Yanti Gustini

III-B
Wali kelas : Ibu Sri Rahayu (Semester 1) dan Bapak Edi Humaedi (Semester 2)
KM : Dadan Wahyudin
Peringkat 1 : Dadan Wahyudin (Semester 5 dan 6)

Siswa: 
Anengsih, Asep Suita, Cani, Carli, Dadan W, Dedi Otas Sumardi, Dede Karyadi, Dian Purnawan, Dudung, Edah Jubaedah, Eka Pemana, Euis Nurbaeti, Eman Suherman, Hendra Kusmawansyah, Iis Widyaningsih, Iyan Suyandi, Iskandar Boomer, Iwan Demawan, Iyet Rumyeti, Nanih, Neneng Suryatiningsih, Nina Marlina, Ruskadi, Sandi Suardi, Sopyan Hadi, Sukiyati, Suarman, Sugiono, Tata Cahyana, Titin Suhartini,  Teti Rohayati, Toto Hermanto, Uneng Yunengsih, Unasih, Uum Sumiyati, Ucun Hotoyah, Yaya Rohaya, Yeni R, Yunengsih, Yuyun Setia Prihanti
Karikatur Nanih, Ucun, Sopyan hadi, Yuyun SP, Sukiyati (dari 3B) Yati R (3e, paling kanan) dalam Booklet Angkatan 1988 PB
III-C
Wali kelas : Bapak Warsita Riyadi
KM : Asep Kusnata
Peringkat 1 : Ari Hendra Anwari (Semester 5 dan 6)

Siswa :
Ade Ruskaya, Asep Kusnata, Ari Hendra Anwari, Asep Syamsudin, Anita, Carmesih, Dedi Wahyudim Dedeh Kurniasih, Endik, Edeng Permana, Heni Herlina, Imas Masripah, Joni, Lisdiawati, Lili Sutisna, Nurlina, Ocadinata, Oleh, Romlah, Thomas Dada Hendrawan, Taswati, Tarlam, Udin Wahidin, Usep Saepudin, Usradi, Turnia Rahayu, Yani Suprapto, Yana, Yati Berbie Haryati
Karikatur kelas 3D  pada Booklet Alumni 88 PB

III-D
Wali kelas: Ibu Dede Resmiyati
KM : Asep Darsono
Peringkat 1 : Toto Suharto (Semester 5 dan 6)

Amin, Aep Saepudin, Ai Rohayati, Asep Darsono, Ade Suwita, Cece Casmita, Dasem, Dedi, Daswin, Dini Sri Handayani, Euis Herwawati, Edi Mulaydi, Endang Kusnandang, Hendrik Pramono, Ida Widaningsih, Indranoko, Ika Supartika, Iis Y, Jana, Juju, Karnelis, Lilis Taskimah, Maulana Acong Hidayat, Nana Suryana, Rista Amelia, Recih, Ruhdi, Rusli, Sulastri Etin, Siti Nuraenah, Suriansyah, Sahyo, Suhidin, Supian, Sopiah, Ujang Yakub, Tarwin, Tajudin, Tanti Sulati, Toto Suharto, Wasim, Wawat, Yayah, Yuningsih, Yuleha

III-E
Wali kelas : Dede Susiyatin
KM : Namin
Peringkat 1 : Darni  (Semester 5 dan 6)

Siswa :
Aang Wawan, Ade Mulyana, Ade Tutiati, Cicih R, Carmani, Darni, Dedeh Kurniasih, Dudu, Edi Suhada,  Euis Juarsih, Euis Mulyati, Hadi, Imas,  Kosim, Kokom Roswati, Namin, Nurhayati, Ratih Susanti, Saepudin, Sri Yulyani, Siti Hodijah, Subarna, Sri Tuti Utari, Susi, Tata Odong Sunanta, Talim, Tarya, Wahyu Wardeni, Yati Ruhyatini.

Mudah-mudahan membantu anda mencari sahabat, mempertajam ingatan, dan menyambung silaturahim membawa manfaat dan maslahat. Masa lalu merupakan jejak sejarah menjadi pengayaan tuk kehidupan masa kini sebagai sumber renungan dan sumber kearifan dalam menjalani kehidupan. ****


  

Selasa, 30 November 2010

Pulang Kampung Ke Pagaden Nih....

Berbagi dengan rekan-rekan di kamhalku
Selepas lulus SMPN 2 Pagaden baru, saya ditunggu kakakku untuk melanjutkan sekolah di Bandung. Dipilihnya SMAN 4 Bandung, karena di tahun sebelumnya meloloskan calon mahasiswa PMDK terbanyak di Kota Bandung. Kedua, Kepala Sekolah YPKKP tempat kakak bertugas (baca: Wakasek) adalah guru Penjas di SMA itu. Ketiganya, SMAN 4 Bandung yang berlokasi di Jalan Gardujati No. 20, Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir itu merupakan sekolah favorit paling dekat dengan tempat tinggalku.

Berbekal NEM 44,85 (passing grade SMAN 4 saat itu 42,20, keempat setelah SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung dan SMAN 8 Bandung), saya pun diterima menjadi siswa di I-5 SMAN 4 Bandung.

Saya masuk ekskul Pramuka. Satu program Ambalan Vidya Putra Putri Bhawalaksana saat itu memberikan bantuan kepada Panti Asuhan. Barang-barang dan sumbangan itu didapat dari para siswa baru saat orientasi Kepramukaan sebelumnya. Sayalah ditugaskan mencari lokasi Panti asuhan yang akan dikunjungi.

rencana pulkam

Saya teringat kawan-kawan satu SMP. Dulu banyak yang tinggal di PA. Oh, ya. Ada PA Marga Waluya di Desa Kamarung, Belakang Tangsi Polsek Pagaden. Saya pun survey ke Pagaden. Setelah diterima dan disetujui, ditetapkan setelah upacara 17 Agustus, kami siap meluncur.

Hari itu, Jum'at, 17 Agustus 1989, tim Vidya yang ikut saya sendiri, Yosep Roby, Eep Saepulloh, Fitriah Ratna Juwita, Dudi, Erick Erawan, Cucu. Di kalangan calon anggota Hermin Aminah, Siti Witianti, dan Tiwiw. Sementara senior yang ikut Alva Yovanida, Eka dan Enang Chusendi Pembinanya Ibu Eli, guru BK SMAN 4 Bandung.

Kami ke Subang ngeteng. Dari SMAN 4, persis di depan sekolah, naik Bus Damri ByPass-Ledeng. Waduuh, bawaan baksos pun dimasukan ke Damri. Di terminal Ledeng, elf kosong. Ada juga mobil omprengan tapi terhitung mahal. Setelah jum'atan, tawar-menawar pun jadi. Mobil colt mini dengan satu spion hilang pun membawa kami ke Pagaden.

Di Jalancagak, iring-iringan pawai masyarakat belum selesai, membuat mobil kami tertahan. Setelah melalui berbagai rintangan di sepanjang perjalanan, kira-kira jam 14.30, kami tiba di PA Marga Waluya.

Manto, Udin, Eman, terakhir Galih, tiga sahabatku bertemu di PA Marga Waluya di HUT Kemerdekaan

Kami bertemu kawan seangkatan di SMP, yakni Sudarmanto, Saepudin, Eman Suherman, dsb. Wah, acara pulang kampung sangat berkesan. Secara simbolis, saya atas nama ambalan Vidya Putra-Putri Bhawalaksana memberi bingkisan dari sumbangan berupa uang, buku dan alat tulis, baju dan seragam.

Kira-kira habis Ashar,  saya kawan-kawan se-Ambalan  mampir ke rumahku. Orang tuaku menyambut dengan gembira. Meskipun penuh kesederhanaan, orang tua telah menyiapkan makanan untuk kami.  Kami pun makan dengan lahapnya.  Kami telah melakukan perjalanan yang panjang, penuh kepanikan (gak ada kendaraan pas agustusan dengan biaya iuran pribadi), sehingga beban dipundak telah plong. Setelah makan bersama, dilanjutkan foto bersama kami pun berpamitan.

Foto di Dayang Sumbi.  Yoseph, Eka, Alva, Trio Anggota Tamu (Tiwiw, Hermin, Siti) atas, Yudi, Enang, saya, Eep, Fitriah, Ibu Eli

Di Dayang Sumbi, Ciater kami berhenti sejenak. Berfoto dan membeli jagung rebus.  Kami naik ke kebun teh di belakang Dayang Sumbi. Olala, banyak remaja memadu kasih dibalik kebun teh. Weleh-weleh .... Kami ambil gambar sejenak, yang jelas bukan gambar mereka, tapi gambar kami..

Pulang kampung pertama kali di tahun 1989... Pulang kampung Nih...

Minggu, 28 November 2010

Alumnus 1991 : 3 Bio 2 SMA Negeri 4 Bandung

Bio 2 di Reuni Angkatan 1991 tahun 2011
Profil Alumnus 3 Biologi 2 Tahun 1991 SMAN 4 Bandung
Setelah hampir 18 tahun, saya mencoba mengingat satu kelas & tempat tinggal dulu.

1. Ade Purnama, (dulu tinggal Jalan Rajawali)

2. Ayu Rahmi Tiara Handayani (Cihanjuang, Cimahi)

3. Agnes Shanti (Ratulangi, Cimahi)

4. Amaliya (Situ Aksan)

5. Bambang Widi Gumilar (Cimahi)

6. Cucu (Pagarsih)

7. Dadan Wahyudin (Cijerah)

8. Dida Munandar (Cijerah 10)

9. Diyah Purwaning (Bandung)

10. Diska Satya Nugraha (Liogenteng-Bojongloa)

11. Dodi Hardiyana (Husen Andir)

12. Dede Heryani (Andir)

Bio 2 masih ada, lho di Reuni 2012 bertempat di Hotel Grand Pasific Bandung


13. Deden Muslimin, (Pasirkumeli-Cimahi)

14. Djono Koerniadi (Kebonkopi Cimahi)

15. Eep Saepuloh (Kopo Gg. H. Saidin)

16. Evi Fatimah (Pagarsih)

17. Edman Syarif (Cimahi)

18. Eni Anggraini (Ratulangi, Cimahi)

19. Erie Syaiful Fajar (Kopo)

20. Edman Syarief (Cimahi)

21. Fitriah Ratna Juwita (BLPP Lembang)

22. Hendrik Saliyadi (Margahayu Sulaeman)

23. Hayati BR Tumangger (Andir)

24. Ismiyati Fatimah (Bandung)

25. Indrawati (Arjuna)
Bio 2 serba biru, bukan pesanan parpol tertentu


26. Luthfi Hanni (Cijerah)

27. Nathan M Siahaan (Parmindo-Cijerah)

28. Nining Tresnaningsih (Margahayu Sulaemn)

29. Nina Marlina (Pasirkoja)

29. Ria Astuti (Kosambi)

30. Resti Artanti (Bandung)

31. Sabar Nugraha (Margahayu Permai)

32. Sugiyanto (Pagarsih)

33. Syifa Fauzia Noor (Lengkong)

34. Salami (asal Losari tinggal Pagarsih)

35. Tatit Prihandoyo (Sulaeman margahayu)

36. Teguh Prasetyo (Margahayu Sulaeman)

37. Titin (Cihampelas)

38. Titin Apriatin (Kopo)

39. Tri Yulyani (Pagarsih)

40. Tuti Rahayu (Warungcotong, Cimahi)

41. Wiana Anarita (Durman)

42. Witri Witianti (Ciawitali-Cimahi)

43. Yani Sukma Handayani (Rancabentang Cibeureum)




Nostalgia sekilas
DUA dan TIGA BIOLOGI DUA, menghadapi Ebtanas & Ebta serta UMPTN, dinamika 45 siswa kelas ini mencoba bersaing gengsi & prestise dalam mengerjakan setiap soal.

Kita belum lupa, Erie, Edman, dsb menggabungkan diri dalam grup GO (karena bimbel di Ganesa Ops). Eni, Ria di ICT, sementara SSC ditukangi Dodi, Witri, Agnes cs pasang badan tak ingin kalah pamor. Kalo Luthfi Hani cs memilih Salman College. Ada lagi Nathan M Siahaan, memilih privat spesial di Shouttt Jl Cisadea... Yang lainnya di primagama, dsb. Sy, Deden, Eep, Ade P, Djono melebur diri dalam grup The British...soalnya kerap main ke perpus British Council Jl. Lembong dulu ... Sementara byk jg yang tanpa baju tapi pede aje kayak Wiana, Dede H ato Diyah ...



Yang lucu, setiap disuruh ke depan, masing2 grup menjagokan anggotanya... Kadangkala ada yang lapuk terpaku di depan papan tulis tak bergeming alias mabok soal... Kata Pak Iwa Soemantri, walikelas kita sering latah berucap "..dasar pemain band....". Gerrr ...

Dalam bidang ekskul, 3 bio 2 dominan ekskul Pramuka, soalnya ada Eep S, Djono, sy, Evi F, Fitriah, Salami dan Ria Astuti. Ada lagi Paskibra, yaitu Yani Sukma & Nathan M. Sementara PMR Tuti. Kalo Dodi ikut karate. Eni ama Bambang Widi milih basket. Kalo Erie lupa aku. Lucunya sering diperagakan di dalam kelas, hingga mengundang reaksi guru. Emhh ada-ada saja...

Ada satu hal kebiasaan buruk. Ketika guru kosong, ada kawan kita sering bolos naik ke genting keluar ke jalan ence azis. Wah, berani banget ..

Diantara sedikit, ada kebanggaan sy di 3 bio 2, bisa mewakili ujian test sampling dimana 10 besar tiap kelas menjadi sampel ujian Ebta, dan sy satu2nya laki2. Sisanya temen pr semua, mulai Wiana, Dede H, Amaliya, Hanni, dst. Apalagi diapresiasi Pak Iwa.... Kedua naik ke panggung saat perpisahan kelulusan menerima hadiah juara pertama... sy disalami bu Suarni, guru Bhs Indonesia yg ditakuti pelanggar-pelanggar tatib sekolah.. Meskipun mewakili juara sebenarnya, Wiana (tdk hadir) sy bersanding dg juara di tiap kelas... Hemmh Juni, 1991.

Pertemuan di rumah Fitri Agustus 1991, pasca pembukaan UMPTN itulah pertemuan terakhir yg dihadiri beberapa kawan. Sejak saat itu, silaturahim kita putus bak layang2 hilang ditelan cakrawala ...

Alhamdulillah, berkat penemuan jejaring fesbuk, silaturahim kita dpt direkatkan kembali. Semoga dengan nita tulus, pertemanan ini bukan sekadar ajang nostalgia mengeksplorasi sejuta kenangan tertinggal, tp menjadi ladang pahala dengan berbagi ceria, nasihat & do;a.

Jabat erat terus persahabatan ini!

Senin, 14 Desember 2009

Tinggaleun Beus

dimuat di Mangle No. 2224, 4-10 Juni 2009

Padumukan kuring di Ujungberung, teu jauh ti pul beus Primadona di Ciporeat baheula mah. Atuh basa aya kagiatan praktikum hiji mata kuliah ka Balai Penelitian Veteriner (Balivet) Bogor, urusan beus mah tanggung jawab kuring. Gampang, mulang ti kampus nyimpang heula sakeudeung mesen beus.

Harita memang keur usum pere, beus rada hese. Ceuk karyawana engke rek dibere beus anu balik ti Magelang subuh. Beus eta mah alus, bubuhan ka kuring, ngan rada beurang saeutik, da kudu dimandian heula, paling jam satengah tujuhan. Heug wae, da nyalse acarana ge teu rusuh, ukur mawa 30 mahasiswa mata kuliah pilihan lain wajib.

Isukna kuring ngalaporkeun harga beus, jumlah korsi tur kaayaan beus nu dipesen. Atuh Bapa sareng Ibu dosen marahmay, isuk keneh cenah bisi kapegat macet, beurangna bisa sumpang simpang heula bisi rek mareuli oleh-oleh. Ka si Ibro, karyawan beus dipesenkeun beus kudu geus nongkrong di Dipatiukur hareupeun kampus Unpad.

Dina hari H-na, satengah genep kuring ngahaja ka pasar make vespa keur babawaan dina beus. Pas ngaliwatan kantor beus sepi, henteu kasampak beus anyar datang atawa dimandian. Ah, can datang meureun, cekeng teh.

Kuring nunda vespa, geus sagala beres clak kana angkot muru ka kantor beus. Ah, rek sakalian milu jeung supir ngarah gagah minangka ngawal beus, gerentes hate teh.

Kantor beus angger sepi, henteu aya jalma anu ngulampreng. Ceuk pikir kuring, jigana beus ti Magelang tea elat, usum pere tea, tapi keun wae sakumaha elatna kuring mah moal kabeurangan da milu jeung beus anu rek dipake ka Bogor. Mahasiswa sejen paling narungguan, geus datang mah engke..... meureun biuuuurrr.. beus teh indit babarengan.

Jam tujuh kantor beus buka. Gebeg kuring reuwas satakeur kebek. Napas renghap ranjug. Ceuk pagawena beus keur ka Bogor ti subuh mula geus stand by di Dipatiukur. Gustiii. Kudu kumaha kuring ayeuna geus beurang masih di Ujungberung. Teu talangke clak kuring naek angkot. Ngan edasss, aya ku macetna pasar Ujungberung, Cicaheum oge pasar Suci matak kesel jeung napsu.

Bener wae.... ari tepi ka Dipatiukur, beus geus teu aya, tinggal beus Damri Kopo-Dago. Harita mah teu aya Hp, teu bisa sms. Rek balik deui ka tempat kos, era ku solmet. Ah, mending teruskeun balik ka lembur we sarua keneh miang. Lamun mulang ka Bandung mah rek meuli seupan tales wae ngarah siga tas ti Bogor.

Ceuk babaturan kuring, pa profesor kacida keselna. Anjeuna ngantosan kuring dugi ka jam dalapan. Ahirna kapaksa ditinggalkeun bisi elat. Basa babaturan ngobrolkeun kajadian di Bogor mani tingbarakatak sugema. Emhh...nasib....Ngan anu ngahibur hate teh kuring dibere niley reproduksi ternak II niley B, padahal teu mere laporan praktikum da euweuh anu dilaporkeuna. Sigana masih keneh haat ka kuring anu geus usaha neangan beus rada alus. (**)

Dadan w. dhien
GMP - Cnk
Bandung

Kamis, 19 November 2009

Damriku Malang, Damriku Sayang

(dimuat di rubrik Kampusiana, Majalah InteresT Fapet Edisi 2/1995)

Bis kota Damri adalah salah satu angkutan mahasiswa menuju kampus Jatinangor. Ada dua trayek Damri yang melayani Jatinangor saat itu, yaitu Dipatiukur-Jatinangor dan Elang-Jatinangor.Jatinangor merupakan kompleks pendidikan terdiri berbagai perguruan tinggi, seperti: Unpad, STPDN, Ikopin dan Unwim. Dengan bus terbatas, peristiwa berebut bis menjadi adegan menarik ditonton.

Karena bis terbatas, kedatangan bis Damri selalu dinanti para mahasiswa. Tak heran bis Damri kerap berjalan miring ke kiri karena penuh penumpang. Tetapi, mahasiswa nyaman-nyaman saja, buktinya hampir 3/4 penumpangnya tertidur pulas. Makanya mendapatkan satu buah bangku, amat berharga. Bonusnya, peraihnya menikmati hak istimewa perjalanan, yakni bercanda atau tiduuurr. Hemhh nikmat...

Tatkala Bis datang, para mahasiswa berlari mengerubuti ekor bus. Lalu dengan sigap menunggu di tepi pintu menunggu penumpang di dalam bus hendak turun. Bagi yang tidak sabar, mereka menyela disela-sela penumpang turun. Karuan saja bikin gaduh. Lain lagi dengan mahasiswa agak pengalaman, saat penumpang lama turun, ia menitipkan tas mereka pada kawan yang telah dulu di dalam bis sehingga dengan ditaruh tas di kursi, otomatis penumpang lain mengira kursi itu telah ada si empunya. Aman, deh. Sementara beberapa mahasiswi, dengan sunggingan bibir merahnya, meluluhkan hati sang supir, untuk memberi jalan lewat pintu supir. Hemhhh, Ada-ada saja.

Yang lebih elegan, adalah beberapa mahasiswa terbilang kreatip. Mereka memilih naik di Ikopin jauh sebelum terminal bis di perempatan Unwim. Meski harus mengeluarkan ongkos angkutan kota tambahan, tetapi perebutan kursi tidak terlalu sengit, karena bis belum menurunkan penumpangnya. Jadi tinggal nempel penumpang yang lagi ngemas barang-barang persiapan mo turun.

Tontonan sepintas kocak, bila dikritisi ini menggambarkan bentuk pelayanan kurang diantisipatif oleh pemerintah, dalam hal ini pihak Damri. Tapi pihak Damri pun berkelit bahwa fenomena itu cuma terjadi saat jam "bubar" kuliah sekitar jam 12.00 atau jan 17.00. Dibalik kekurangan pelayanan bis kota sering dicerca, ternyata dirindukan kedatangannya oleh sejumlah mahasiswa. Selain harganya murah - setengah penumpang umum dengan karcis abodemen - itulah angkutan melayani jarak jauh yang ngetem di Jatinangor. Situasi itulah dialamiku sehari-hari. Ohhhh, Damriku Malang, Damriku Sayang (**)

Penulis, Dadan Wahyudin

Rabu, 18 November 2009

REUNI ALUMNUS SMPN 2 PAGADEN BARU PERWAKILAN BANDUNG



Guru-guru kami dalam kurun waktu  tahun 1985-1988 semasa kami di SMPN 2 Pagaden. Berbatik Bapak E. Sudama (Kepala Sekolah)

oleh: Dadan Wahyudin | ***dimuat di Booklet Istimewa Alumni SMPN 2 Pagadenbaru 1988 - Perwakilan Bandung, karya penulis|  diposkan di blog ini 18 Nopember 2009 pukul. 22.32 WIB

Tahun lalu, kami mengadakan reuni di kebun teh Ciater. Reuni ini terbatas pada alumni lulusan SMPN 2 Pagaden Angkatan tahun 1988 yang sekolah SMA-nya di Bandung. Di antara kawan seangkatan yang sekolah di Bandung saat itu, Dian Purnawan (di SMAN 6 Bandung), Dadan Wahyudin (SMAN 4 Bandung), Supriatno (SMAN 12 Bandung), Lili Sutisna (SMA BPI I Bandung), Taswati (SMAN 10 Bandung), Darni (SMF Bumi Siliwangi Bandung), Euis Juarsih (STM Dharma Bhakti Bandung), Euis Herawati (SPG PGRI Bandung), Hermawan (SMA Parawisata Cimahi), bertemu. Suasana sangat meriah dan berkesan.

Kelas 3D dalam karikatur, penulis Booklet sendiri 3B lo ...

Saya bersama isteri dan tiga anakku sengaja mempersiapkan diri dan meluangkan waktu. Soalnya acara seperti ini tidak datang dua kali. Kebun teh di pagi itu nampaknya masih tertidur pulas. Cuaca masih dingin. Sisa kabut masih tampak menyelimuti punggungan Gunung Karamat. Burung-burung masih malas keluar.

Di pagi itu, anggota Resimen Mahasiswa yang kupinjam dari almamaterku tampak sibuk membuat rute buat perjalanan kami. Mereka tampak terlatih, bekerja tak kenal lelah membuat daerah persiapan, peta perjalanan, memasang patok, anak panah, dan tanda jejak lainnya untuk dilewati kami. Mereka memang sengaja kupesan, agar saya sekeluarga bisa menikmati acara tanpa terganggu keribedan mengurus masalah teknis.

Jam 08.00, matahari mulai muncul disela gumpalan kabut. Komandan lapangan - adik-adik Menwa - memberi penguatan pada kami bahwa kami orang-orang struggle alias kuat bisa melewati berbagai rintangan pada rute yang akan dihadapi. Perjalanan yang bakal dilalui adalah seputar kebun teh, dengan topografi berbukit-bukit, mendaki, turun, meliuk bahkan terjal. Di sanalah perlunya kerjasama, baik menerjemahkan tanda-tanda buatan maupun alam.

Dian Purnawan, kawan sebangku di 2E dan 3B SMPN 2 Pagadenbaru.
Danlap juga memberikan informasi seputar jalan yang boleh dilalui, tidak boleh, atau tempat boleh istirahat. Tanda jejak dibedakan oleh warna tali rapia. Tali merah berarti larangan untuk dilewati. Tali hijau belok ke arah kiri dan kuning ke arah kanan. Danlap mengutarakan bahwa di tengah perjalanan terdapat  Pos berisi Pos Materi, Pos Konsumsi, dan Pos Kesehatan. Oh, ya. Kalau sampai tersesat, menurut Danlap pula ada bentuk komunikasi yang dilakukan bila berada di blank spot area, yakni bisa berteriakkk, membikin asap, atau membuat bunyi-bunyian sekira tim penyisir mendengar atau mengetahui. Kami manggut-manggu pertanda paham.  Hemh, cukup asyik dan menantang!!

Sebagai peserta, meskipun saya seorang senior,  kami cuma menuruti perintah adik-adik menwa. Kami berangkat kebetulan keluarga kami satu paket dengan keluarga Dian Purnawan. Dian berasal dari Babakan Simpar. Ia masuk SMP bersama Sukarman Setiabudi, Nana Suryana, Rusli, Saepudin, Euis Herawati, dan lain-lain. Ketika ada pemekaran, rumah Dian masuk kecamatan Cipunagara. Dian masuk 1d, 2e, da 3b.  Dua kelas terakhir, ia sekelas bahkan satu bangku dengan saya.

Bersama isterinya, Nia, kami pun bercengkrama mengingat masa lalu. Beruntung di Bandung, kami termasuk angkatan yang solid. Dian pun menceritakan bagaimana masa-masa di SMP yang kebetulan bersama saya di kelas 2E dan 3B. Selulus SMA, ia sempat masuk SMAN Pamanukan. Di kelas 2, Dian terbang ke Bandung. Dian pun menceritakan liku-liku kisahnya mendapatkan Nia, yang tak lain adik ipar dari kakakku.
Kebagian memberi sepenggal kenangan saat di SMPN tempo doeloe
Begitu juga, keluarga Supriyatno dan  Darni kebetulan satu regu. Supriyatno dan isterinya, Sulastri turut bercerita, dulu angkatan kami hampir mengadakan reuni dengan kawan-kawan satu angkatan semua Perwakilan. Namun hanya sampai pada pertemuan pendahuluan. Supriyatno yang satu sekolah dasar dengan Namin, Yati Ruhyatini, Sudarmanto, Selviana, Sulastri dari SD Kamarung I dan II, mengungkapkan saat itu di tahun 1989, acara dihadiri oleh kawan-kawan berpengaruh di angkatan, yakni: Sudarmanto, Nina Marlina, (SPG Subang), Sulastri, Yati Ruhyatini (SMEAN 1 Subang), Wahyu Wardeni (SMA Petang), Thomas Dada, Turnia Rahayu, Iwan Dermawan, (SMAN Pagaden), Dadan Wahyudin (SMAN 4 Bandung), Darni (SMF Bumi Siliwangi), Euis Juarsih (STM Kimia Dharma Bhakti), Maulana Hidayat (STM Purwakarta), Neneng Suryatiningsih, Siti Hodijah, Hendra Hendrawan, Maman Suarman, Sunjaya, (SMAN 1 Subang), Mustopa, Endang Kusmiati (SMAN 2 Subang), dsb. Adapun Namin (1C, 2C, 3D, mantan ketua Osis dari angkatan 1988) tidak bisa hadir karena menurut kabar dibawa sang paman ke Kalimantan. 

Darni pun turut menyinggung acara reuni yang tak sampai itu.  Adalah idenya pula yang digagas saat ia kos di Negla.  Sayangnya, ia tidak ikut diskusi di SMPN 2 Pagaden, karena harus ikut kemping di Cibodas Cianjur.  Darni menceritakan kisahnya saat di SMP. Bersama kawan se-SD-nya (SDN Sangkuriang - red), Cani, Oleh, Aep, Dedi, Jana, dan Ruhdi melanjutkan sekolah ke SMPN 2 Pagaden.  Karena khawatir terlambat, menurutnya ia sempat indekos di Julang beberapa saat.  Namun tak lama, banyak kawan-kawannya dari Cipacar, Salagedang, Padamulya, Saradan bahkan Gembor menggunakan sepeda ke sekolahnya.

Lalu mengisahkan saat manis mendapat TABANAS serta terakhir meraih posisi empat besar dengan nilai (43,53) bersama Sudarmanto (47,11), Neneng Surya (46,14), Dadan W (44,85), dan Sunjaya (41,45) meraih NEM tertinggi (dalam skala 5 bidang studi) di sekolahnya. NEM kebanggaan para siswa, saat itu belum terkontaminasi oleh hal-hal tidak terpuji.  Nilai itu memuluskan masuk SMF di mana. SMF BS mematok NEM  lebih dari 40.  Ia  pun berkisah sohibnya di SMF Bumi Siliwangi. Namanya Mulyaningsih biasa dipanggil Iit. Ia sukses menjadi apoteker, memiliki apotik sendiri, menjadi PNS di sebuah Puskesmas dan mengajar di SMK Farmasi Garut. Seusai lulus SMF, ia pernah bekerja di apotik Sadangserang, RSHS, juga RS Al-Islam.  

Saya aktif di Pramuka Ambalan Vidya Putra Bhawalaksana dan Resimen Mahawarman Yon II Unpad

Menyentuh finish
Begitu pun keluarga kawan yang lain, Lili, Euis Juarsih, Euis Herawati, Taswati, Hermawan, de el el.  Hermawan dan Lili mengungkapkan tentang keterampilan bebas bola voli dan sepakbola. Dulu lapangan Saradan, lapangan Jati Salagedang, bahkan lapangan Simpar dilewati dengan berjalan kaki berbarengan bersama rekan-rekan lainnya.  Pemain bola yang punya talent saat itu Udin Wahidin (tinggal Gardu), Darmo, Darkum, Darhayi (Salagedang), Odong, Maulana Hidayat (Kamarung), Cece, Karhasim, Carmani (Sembung).  Dari Peundeuy, Oleh dan kakaknya, Aep suka diajak oleh Pak Sumarto.  Kalau voli dibimbing Pak Yaya. Lapangnya deket warung Mang Engkos.

Euis Juarsih  tinggal di Salagedang.  Selama di Bandung, ia tinggal di Cipagalo, Buahbatu, persis dekat pintu tol Bubat.  STM Kimia DB berada di Jalan Kelenteng Andir.  Untuk mencapai sekolahnya, Euis harus beberapa kali naik angkot.  Euis turut hadir saat menggagas acara silaturahmi dengan almamater berubah menjadi reuni di Negla.  Yang hadir di tempat kost Darni  saat itu, Dadan, Dian, Supriyatno, Euis, dan tentu tuan rumah sebagai sahabat lengket Euis.  Lili sempat datang, namun keburu bubaran.

Mereka tampak hangat bercerita mengenang masa lalu, masa di mana kami pernah bersama dalam satu masa. Keberamaan itu terus kami rajut hingga sekarang.

Tak terasa, Pos finish pun telah terlihat. Panitia, mempersilakan kami untuk istirahat sejenak. Setelah itu acara diisi oleh acara kuis tentang nostalgia semasa di SMP berisi materi tentang guru kami disukai, guru kontroversi, pelajaran dibenci, atau momen istimewa, seperti: juara classmeeting, dapet tabanas sebagai juara kelas, de el el. Wajah peserta berpikir ekstra keras untuk mengingat kejadian lampau.


Ibu-ibu masih centil dan cantik-cantik

Kalau pembaca (terutama rekan alumni 1988), inilah jawaban kuis di atas:  Pembina OSIS saat kami masuk dipegang oleh Bapak Dadang Hermansyah kemudian dilanjutkan Bapak Muhtar.  Ketua OSIS saat kami kelas I adalah Pepen Supendi. Saat kelas 2 adalah Budi Sugandi dan Namin saat kami kelas 3. Adapun wali kelas kami saat kelas I terbagi 5 kelas, IA adalah Ibu Ely Maliah dan Pak Jaja, IB-Ibu Euis Rosmawati dan Ibu Nani Rosnaninsih,  IC-Ibu Dede Resmiyati, ID-Ibu Opon Kurniati, dan IE Ibu Dede Susiyatin.  Saya sendiri masuk kelas IC, 2E dengan wali kelas Ibu Euis Purnamasari dan Pak Edi Saedi (guru OR) dan IIIB dengan wali kelas Ibu Sri Rahayu dan Pak Edi Humaedi. Pada angkatan kami, Bapak Ibu Guru yang menjadi wali kelas lainnya adalah Pak Edi Humaedi (2a, 3b), Ibu Rosnaningsih (2b), Ibu Opon K (2c), Ibu Dede Susiyatin (2d, 3e), Pak Warsita (3c), Ibu Euis Rosmawati (3a) dan Ibu Dede (3d). Kalau tidak percaya buka raport yang dulu?

Adapun guru-guru kami yang pernah mengajar di angkatan kami adalah Ibu Dede dengan kode guru saat itu DD (IPS/PSPB), Ibu Dede Susiyatin/DS (Fisika), Ibu Eli Maliah (EM, Matematika), Ibu Sujud Parningsih (SP, Bhs. Indonesia/Ket.Jasa), Ibu Opon Kurniati (OK, Bhs Sunda/PKK), Ibu Nenah Daryanah (ND, Bhs. Inggris), Ibu Sri Rahayu Suarti (SR, Bhs. Inggris), Ibu Euis Rosmiati (EA, Biologi), Ibu Euis Purnamasari (EP, Bhs. Indonesia), dan Ibu Nani Rosnaningsih (NR, Sejarah/PKK).

Ada Dini SH, Suri, dan Rista di Booklet Alumni 1988 Perwakilan  Bandung
 Adapun bapak-bapak gurunya adalah Pak Dadang Hermansyah (DH, PKN/Seni Rupa), Pak Dadang Zuhri (DZ, Agama Islam), Pak Edi Humaedi (EH, PMP/PSPB), Pak Edi Saedi (ED, Biologi/Olahraga), Pak Engkus Kusnadi (EK, Bumi Antariksa), Pak Sumarto (SM, Olahraga/ket sepakbola), Pak Muhtar (MT kemudian jadi MR, Matematika), Pak Warsita Riyadi (WR, matematika), Pak Jaja Sujana (JS, Kesenian/Sejarah), Pak Ahmad Nasori (AN, Agama islam),  Pak Adhi Permana (Seni rupa), Pak Ade Saepudin (AS, Bahasa Sunda), Pak Yaya Suryadi (YS, olahraga/ket voli), dan terakhir Pak Enang Narsewi (EN, Wakasek, juga mengajar PKN/Bhs. Indonesia). Selain itu di penghujung kelas 3 ada guru mengajar sebentar seperti: Ibu Karwati, Ibu Niken, dan Pak Hasyim.

Mereka yang sempat menikmati manisnya TABANAS kurun enam semester adalah Sudarmanto (6x), Ari Hendra Anwari (6x), Dadan Wahyudin (4x), Darni (3x), Siti Hodijah (2x), Darkum (2x), Toto Suharto (2x) dan masing-masing 1x adalah Neneng Suryatiningsih, Endang Kusmiati, Sofyan Hadi, Asep Kusnata, dan Nana Suryana.

Adapun Ketua Murid (KM) saat angkatan 1985-1988 berturut-turut: 1A: Sudarmanto, 1B-Engkik, 1C-Namin, 1-D Asep Darsono, 1E- Thomas Dada Hendrawan.  Ketika kelas 2, 2a-Sudarmanto, 2b-Neneng Suryatiningsih, 2c-Namin, 2d-Engkik, 2e-Dadan Wahyudin, Lalu di kelas 3, 3a-Engkik, 3b-Dadan Wahyudin, 3e-Asep Kusnata, 3d-Asep Darsono, dan 3e-Namin.

Untuk menyambung silaturahim dengan angkatan 1985-1988 lainnya sekaligus menyegarkan memori Anda, saya pun membawa nama-nama rekan yang masuk 17 Juli 1985 dan keluar 28 Juni 1988 telah disusun secara alfabetis (yang diberi tebal pernah sekelas dengan saya):

A: Ade Suwita (1A-2E-3D/dulu tinggal di Gudang), Ade Mulyana (1e-2e-3e/Sumur Gingtung), Ade Tutiati (1c-2a-3e/Kamarut), Ade Ruskaya (/Cipacar), Ari Hendra Anwari (1e, 2b, 3c/Saradan/Sar) dan enam asep yaitu: Asep Supriatna (1c,2c,3a/Sar), Asep Dzuli Zulkarnaen (1a,2c,3a/Kaum),  Asep Syamsudin (3c/Sembung), Asep Darsono (1d,2c,3d/Salagedang/Salged), Asep Suita (1a,2e,3b/Rancabogo/Ranbo), Asep Kusnata (1e,2d,3c/Sembung), Ai Rohayati, Ani Heryulyani (Sar), Amin (Salged), Anengsih (Ranbo), Aang Wawan (RcB), Aman (Susukan/Sukan), Aryani (Cipacar), Anita (Kamarung).  C- Cani (Peundeuy), Carmani (Sembung), Carmesih (Sem), Carli (Ranbo), Cicih Nolis (Ranbo), Cece Casmita (Sem).

  
Bapak-bapak masih macho


Dari alfabet D  terdapat nama-nama - Dadan Wahyudin (1c, 2e, 3d, Sukajaya), Dadi Wiharja (1c/Gardu),  Darhayi (1c, 2a, 3a, Salged), Darkum (1b, 2b, 3a, Salged), Darni (1d, 2a, 3e, Peundeuy), Dasem (1c, Munjul), Daswin (1c, Salged), Dedi (Peundeuy, 2e), Dedi Otas Sumardi (Sar, 3b), Dedi Wahyudi (1c/Ranbo), Dede Koswara (1c/Ranbo), Dedeh Herawati (1b, kamarung), Dedeh Kurniasih (Rcbogo), Dian Purnawan (1d, 2e, 3b, Simpar), Dudu (1b, Sem), Dudung (Sukan, 3b), Dini Sri Handayani (1c, 2e/Saradan), Didah Sri Handayati (2e), Darmo  E - Edi Ruhiat (1c/Ranbo), Edi Suhada (Ranbo), Edi Mulyadi (Ranbo), Eti Rohaeti (1c/Kam), Endik (Ranbo), Endin (1c/Susukan), Engkos (1c/Kamarung), Engkik (salged), Eman Suherman (Santiong), Edah Jubaedah, Edah Suhaedah (Kam, 1c), Edeng Permana (Ranbo, 1c), Epasari, Elyadi, Eka Permana (3b/Susukan), Endang Kusnandang (Pagadenkaler), Endang Kusmiati (1d, 2a, 3a, Gembor), dan ada lima Euis, yaitu Euis Sartika (2e, kam),  Euis Mulyati (3e, RcB), Euis Bule Herawati (2e, Simpar),  Euis Nurbaeti (3b Garla),  Euis Juarsih (1d, 2b, 3e, Salged). G -Galih Pramudia (Kam) H - Hendra Kusmawansyah (3b/Sembung), Heni Herlina (1c, kam), Heni doank (Kam), Harto (Ranbo, 1c), Hermawan (1c, 2c, 3a, bakanasem), Hadi (1b, 2a, 3e/Koang), Hendrik Pramono (Wanakersa). I - Iwan (Ranbo), Iwan Dermawan (3b/Kam), Ika Supartika (3d, Kam), Indranoko (3d, kam), Ida Widianingsih, Imas Masripah, Iis Widianingsih, Iis Y, Iskandar "Boomer" (3b, Saradan),  Iyet Rumyeti (1c, 3b), Iyan Suyandi (Cer, 1c), Iding Sugiono (Sukajaya, 1d, 2a, #d), Imas (3e). J - Jana (3d, Peundeuy), Joni (1c, Susukan), Juanda -2e/bakanasem, Juju (Rcbogo) K - Karnelis (2e), Kosim (2e), Kokom Roswati (Sembung). L - Lisdiawati (1b, Ranbo), Lilis Taskimah (2e, Sem), Lili Sutisna (1e, ec, 3c, Simpar).

 Pertemuan pertama  saya dengan Panpel pasca Iduladha

Sementara alfabet M-S adalah Maulana Acong Hidayat (2e, kam), Mustopa (1c), Nurlina (2e), Nurhayati (3e), Nana Suryana (3d/Simpar), Nana (3a/Garla), Namin (1c), Neneng Suryatiningsih (3b), Nina Marlina (3b, Saradan), Nanih (1c), Oleh (2e/Peundeuy), Ocadinata (3c/Bedeng), Pepen (3a/sar), Pardi (3a, Ranbo), Ratim (3a, Susukan), Ruhdi (2e, peundeuy), Recih (2e, sembung), Ratih Susanti (3e, sembung), Rista Amelia (3d, Wanakersa), Rusli (3d, Simpar), Sandi Suardi (3b, RcB), Sahyo (3d, Jati), Saefudin (3e, Simpar), Selviana (1c, kam), Sofyan Hadi (3b, kam), Suarman M. (1c, RcB), Sunjaya (2e, RcB), Sudarmanto (1a,2a,3a), Suhidin (1c, cerelek), Sukarman Setiabudi (1c, 2e, 3a, Kacepet), Supriyatno (1e, 2a, 3a, Lebaksari), Sukiyati (3b, Sinyar), Sri Yulyani (3e, Wanakersa), Siti Nuraenah (3a, wanakersa), Siti Hodijah (1c,2c,3e), Sulastri (1e,2d,3d), Sopiah (3d, Maranggi),  Sri Tuti Utari (1a, 2a,3e, kam), Sugiono (3b, Sembung), Subarna (3e, Simpar), Suprapto (1a, Susukan), Supian (2e, Susukan), Suriansyah (3d, Keboncau), Susi (3e, RcB).

Terakhir abjad T-Z adalah Tata Cahyana (1c, 2e, cerelek), Tatang Tarsana (3a, sembung), Tata Odong Sunanta (1e, Sukajaya), Taswati (1d, 2e, 3c, salged), Titin Suhartini (1c, 2e, 3b, kam), Tarlam dan Tarno (1c, cerelek), Teti Rohayati (1c, 2b, 3b, Sembung), Tuti (1c, RcB), Toto Suharto (1e, 2b, 3d, RcB), Toto Hermanto (1a,2a,3b, Wanakersa), Toto Mustopa (1c, Kam), Talim, Tarwin (3d), Tanti Sulati (1a, 2c, 3d, Wanakersa), Thomas Dada Hendrawan (1e, 2b, 3c, Kam), Turnia Rahayu (1a, 2c, 3c, Kam), Tajudin, Tarya (2e, Cipacar), Tati (1a, kam). U- Usep Saepudin (1b, 2e, 3c, Sembung), Udin "Kuwu" Wahidin (1a, 2e, 3c, Garla), Usradi (2e, Salged), Uneng Yunengsih, Unasih (3b, Rancabogo), Ucun Hotoyah (Sembung), Uum Sumiati (1b, 2d, 3b. garla), W- Wawat (1d,2c,3d, keboncau), Wahyu Wardeni (1c, 2a, 3e, keboncau), Wasim (3d, Salged), Y -Yati Berbie Haryati (1a,2a,3c, kam), Yati Ruhyatini (1c, 2d, 3e, kapek), Yanti Gustini, (2d), Yani 'Hagler' Suprapto, Yeni R, Yunengsih (1b, 2a, 3b, keboncau), Yuningsih (1b, 2a, 3b, kam), Yaya Rohaya (1a, 2a, 3b, Cerelek), Yuyun Setia Prihanti (1a, 2d, 3b, Garla), Yuleha (1b, RcB). Yana (1b, 2a, 3c. Serangsari)

Sengaja kubuatkan materi ini untuk membawa ingatan jauh ke belakang ke tahun-tahun 1985-1988 saat kami di SMP. Flashback tersebut  mampu menyentuh jiwa kawan-kawan.  Data di atas memiliki akurasi yang tinggi, karena saya termasuk telaten mencatat dokumentasi berupa Booklet Alumni SMP Negeri 2 Pagadenbaru 1985-1988 yang pernah dicetak terbatas tahun 1991.  Efeknya, terbukti spontan, kawan-kawan larut medio 1988-an seraya menyadarkan diri bertasbih.  Subhanalloh .... Alam imajinasi telah membuat terlena, di mana angannya larut berselancar ke masa puluhan tahun silam. Masa di mana kami saat itu dalam usia remaja, usia tidak menanggung beban, saat di mana kami masih polos.

Pertemuan kedua, sambil ngecek lokasi

Acara selanjutnya berbasis olah-gerak dan kerjasama tim, yakni permainan tarik tambang, balap terompah, joged balon berpasangan, dan balap kelereng. Lucu sekali. Seperti anak-anak tempo hari, kami bersemangat, berjuang untuk meraih menjadi pemenang. Gelak tawa pun tak terhindarkan. Kami pun melupakan sejenak segala beban dan kepenatan hidup yang dialami sehari-hari.

Begitu juga acara anak-anak. Seperti sudah kenal sebelumnya, si teteh, si aa, si ade, anak-anak kami menikmati dunianya dengan bebas. Permainan masukan paku ke botol, mengambil belut, balap kerupuk dan mengambil uang dalam buah baligo, ternyata disambut hangat oleh anak-anak. Kami pun tertawa terpingkal-pingkal manakala menyaksikan anak-anak kami berusaha keras menempuh finish balap karung. Belum pernah selulus sekolah bisa tertawa puas seperti itu. Benar-benar lepas. Hemhh.

Acara selanjutnya permainan sulap yang dibawakan Mas Agus. Ia kawanku. Memang sejak kecil ia memiliki talenta di bidang sulap. Kami dibuat terbengong. Terpukau. Mas Agus begitu piawai memainkan trik-triknya sehingga gerakannya halus amat sempurna. Sehingga mata kami seakan tertipu habis oleh kemahirannya melakukan olah gerak. Kami pun mengaplausnya. Kami puas. Benar-benar hebaat.

Acara pun selesai. Kami membuka persediaan konsumsi yang telah disediakan kemarin. Kami pun memesan makanan dus untuk adik-adik Resimen Mahasiswa yang telah sudi membantu kami sejak survei medan operasi, pelaksanaan hari H, sampai penyisiran nanti. Kami makan dengan iringan kicauan burung, desahan angin kebun teh yang sepoi-sepoi membawa embun sehingga terasa sejuk dan segar. Gemericik air sungai terdengar syahdu melewati sela-sela bebatuan. Sesekali tampak tupai berloncatan dan tampak burung elang jawa melayang menanti mangsa.

"Terima kasih kawan, jabat erat persahabatan kita, Salam bagi Semua"

Tak henti-henti kami bersyukur bahwa Alloh SWT telah mempertemukan kami dalam kebersamaan, jabat erat dan silaturahmi. Kami juga sangat apresiasi pada kawan-kawan, ternyata meskipun kondisi telah berbeda, digilas oleh lamanya waktu, serta jarak berjauhan dan kesibukan, ternyata bisa meluangkan waktunya. Kami pun berharap, semoga acara ini diadakan secara berkala atau melibatkan kawan-kawan yang lain.

Acara ini sukses dan dikemas secara sempurna.
Terima kasih, kawan. Jabat erat silaturahim ini.
Kenangan yang tak terlupakan ....

Kami, alumni SMPN 2 Pagaden 1988 - Perwakilan Bandung

Dian Purnawan (di SMAN 6 Bandung),
Dadan Wahyudin (SMAN 4 Bandung),

Darni (SMF Bumi Siliwangi Bandung),
Euis Herawati (SPG PGRI Bandung)
Euis Juarsih (STM Dharma Bhakti Bandung),  
Hermawan (SMA Parawisata Cimahi).
Lili Sutisna (SMA BPI I Bandung),  
Supriatno (SMAN 12 Bandung),
Taswati (SMAN 10 Bandung),